Contoh Kasus Perhitungan Manual Metode Analitical Hierarchy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW) - Konsultasi Algoritma dan Bahasa Pemograman

Monday, February 5, 2018

Contoh Kasus Perhitungan Manual Metode Analitical Hierarchy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW)


Dalam melakukan perhitungan metode AHP dan SAW, terlebih dahulu menentukan kriteria yang dibutuhkan untuk menentukan keputusan yang cepat dan mudah dalam Perekrutan Petugas Sensus Ekonomi, Adapun kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Usia (Cost)
  2. Test Wawancara (Benefit)
  3. Pendidikan (Benefit)
  4. IPK (Benefit)
  5. Pengalaman (Benefit)
            Berdasarkan kriteria diatas maka akan digunakan parameter untuk menentukan bobot dari kriteria. Bobot parameter untuk setiap kriteria adalah sebagai berikut:

1. Kriteria Usia (K1)
            Parameter yang digunakan dapat dilihat pada tabel 3.1.
Tabel 3.1 Parameter Usia


No
Parameter
Nilai
1
 22=< Usia <25
1
2
27=< Usia <30
0.75
3
30=< Usia <32
0.5
4
32=< Usia <35
0.25
5
Usia >= 35
0

2. Test Wawancara (K2)
            Parameter yang digunakan dapat dilihat pada tabel 3.2.
Tabel 3.2 Parameter Kelengkapan Berkas


No
Parameter
Nilai
1
90 - 100
1
2
80 - 90
0.75
70 - 80
0.5
60 - 70
0.25
< 60
0

3. Pendidikan (K3)
Parameter yang digunakan dapat dilihat pada tabel 3.3.
Tabel 3.3 Parameter Pendidikan


No
Parameter
Nilai
1
Lebih Tinggi dari Persyaratan
1
2
Sesuai dengan Persyaratan
0.5
3
Dibawah Persyaratan
0

4. IPK (K4)
 Parameter yang digunakan dapat dilihat pada tabel 3.4.
Tabel 3.4 Parameter IPK


No
Parameter
Nilai
1
2.75 - 3.00
0.25
2
3.00 - 3.25
0.50
3
3.25 - 3.50
0.75
4
> 3.50
1
5. Pengalaman (K5)
            Parameter yang digunakan dapat dilihat pada tabel 3.5.
Tabel 3.5 Parameter Pengalaman


No
Parameter
Nilai
1
>= 8 Tahun
1
2
>= 5 Tahun
0.75
3
>= 3 Tahun
0.5
4
>= 1 Tahun
0.25
5
Tidak Ada
0

Analisa Contoh Kasus
            Untuk melakukan perhitungan manual Perekrutan Petugas Sensus Ekonomi menggunakan Metode AHP dan SAW maka diambil tiga contoh kasus dengan data yang berbeda.

1. Analisa Metode AHP
  1. a. Membuat matriks perbandingan berpasangan antar kriteria è weight=bobot
  2. b. Memberikan penilaianterhadap elemen yang dibandingkan dalam matriks
Tabel 3.6Matriks Perbandingan

GOAL
K001
K002
K003
K004
K005
50
100
75
75
75
K001
50
1
0.5
0.67
0.67
0.67
K002
100
2
1
1.33
1.33
1.33
K003
75
1.5
0.75
1
1
1
K004
75
1.5
0.75
1
1
1
K005
75
1.5
0.75
1
1
1
  • Menjumlahkan nilai elemen setiap kolom dari nilai-nilai elemen matrik kriteria diatas, maka jumlah elemen setiap kolom adalah :
Tabel 3.7 Nilai elemen tiap kolom

GOAL
K001
K002
K003
K004
K005
50
100
75
75
75
K001
50
1
0.5
0.67
0.67
0.67
K002
100
2
1
1.33
1.33
1.33
K003
75
1.5
0.75
1
1
1
K004
75
1.5
0.75
1
1
1
K005
75
1.5
0.75
1
1
1
Jumlah Tiap Kolom
7.5
3.75
5
5
5
  • Berdasarkan table 3.7 maka  nilai tiap elemen kriteria dibagi dengan nilai tiap kolom, maka dapat dihitung matrik normalisasi dengan cara membagi setiap elemen pada kolom dengan jumlah perkolom yang sesuai, hasil normalisasi matrik dapat dilihat pada table dibawah ini :
Tabel 3.8 Hasil matrik normalisasi kriteria

GOAL
K001
K002
K003
K004
K005
50
100
75
75
75
K001
50
0.133
0.133
0.134
0.134
0.134
K002
100
0.266
0.26
0.266
0.266
0.266
K003
75
0.2
0.2
0.2
0.2
0.2
K004
75
0.2
0.2
0.2
0.2
0.2
K005
75
0.2
0.2
0.2
0.2
0.2
  • Setelah matrik normalisasi didapatkan, langkah selanjutnya menjumlahkan tiap baris pada matrik tersebut. Jumlah masing-masing baris pada tabel 3.8 dapat dilihat pada table 3.9.
Tabel 3.9 Nilai Bobot Kriteria

GOAL
K001
K002
K003
K004
K005
Eigen Value
50
100
75
75
75
K001
50
0.13
0.13
0.13
0.13
0.13
0.67
K002
100
0.27
0.27
0.27
0.27
0.27
1.33
K003
75
0.20
0.20
0.20
0.20
0.20
1.00
K004
75
0.20
0.20
0.20
0.20
0.20
1.00
K005
75
0.20
0.20
0.20
0.20
0.20
1.00
  • Berdasarkan tabel  3.9 maka akan dihitung nilai Eigen Value maka dapat dihitung bobot prioritas dengan cara  nilai Eigen Value masing-masing baris  dibagi dengan jumlah kriteria (n=5), sehingga nilai prioritas masing-masing kriteria dapat dihitung sebagai berikut :
Tabel 3.10 Bobot Prioritas

Kriteria
Bobot Prioritas
Bobot Sintesa
K001
0.65
0.13
K002
1.35
0.27
K003
1.00
0.20
K004
1.00
0.20
K005
1.00
0.20
  • Menguji konsintensi dengan cara menghitung (lmaks)yaitu mengalikan matrik perbandingan berpasangan dengan bobot prioritas kriteria, setelah itu menghitung nilai lamda maksimum dengan rumus persamaan.
(lmaks)  =Bobot Sintesa * Bobot Prioritas
Tabel 3.11 Nilai Maksimum (lmaks)

Kriteria
Bobot Prioritas
Bobot Sintesa
Jumlah
K001
0.65
0.13
0.0845
K002
1.35
0.27
0.3645
K003
1.00
0.20
0.2
K004
1.00
0.20
0.2
K005
1.00
0.20
0.2
1.49

Berdasarkan perhitungan diatas maka diperoleh (lmaks= 1.049)
  • Menghitung indexs konsistensi (consistency index) : untuk menghitung indexs konsistensi (consistency index) dengan memakai rumus :
CI = (lmaks- n)/n - 1
CI = (lmaks– n)/n -1 = (1,049 – 5)/5 – 1 = - 3,951/4 = - 0,98775
  • Menghitung rasio konsistensi dengan rumus : CR = CI/IR, dengan IR adalah inde random dengan nilai 1,12 karena pada kasus ini mempunyai ukuran matriks 5, sehingga nilai darai CR dapat di hitung dengan cara sebagai berikut:
CR = CI/IR = - 0,98775/1,12 = -0,881
Karena Nilai ratio konsistensi -0,881≤ 0,1 maka matrik diatas konsisten



2.      Analisa Metode SAW
            Berdasarkan perhitungan Metode Analitical Hierarchy Process (AHP)  nilai kriteria yang didapat akan dipadukan dengan perhitungan metode Simple Additive Weighting (SAW), Data contoh kasus dapat dilihat pada tabel 3.6.
Tabel 3.6 Contoh Kasus
No
Alternatif/ Kriteria
K001
K002
K003
K004
K005
1
170001
0.5
0.5
1
0.75
0.75
2
170002
0.25
0.25
1
1
1
3
170003
0.75
0.5
0.75
0.75
0.5

            Berdasarkan tabel 3.9 diubah kedalam matrik keputusan X yaitu sebagai berikut:



0.5
0. 5
1
0.75
0.75
X =
0.25
0.25
1
1
1
0.75
0.5
0.75
0.75
0.75
1.      Memberikan nilai bobot (W)
      Nilai bobot (W) diberikan sebagai berikut:
                                                   C1   C2    C3  C4  C5
W = [ 0.13, 0.27, 0.2, 0.2, 0.2]

2.      Menormalisasi matriks X menjadi matriks R berdasarkan persamaan 3.1.
    Jika j adalah atribut keuntungan (benefit)


    Jika j adalah atribut biaya (Cost)
rij=                                                                               ……..  (3.1)


Keterangan :
rij           = nilai rating kinerja ternormalisasi
xij          = nilai atribut yang dimiliki dari setiap kriteria
Max xij = nilai terbesar dari setiap kriteriai
Min xij   = nilai terkecil dari setiap kriteria i
benefit   = jika nilai terbesar adalah terbaik
cost        = jika nilai terkecil adalah terbaik

            Berdasarkan persamaan diatas maka, proses perhitungan matrix X ke matrix R adalah sebagai berikut:
1.      Kriteria Usia (C1), Cost
R11=
0.5
0.25
0.75
=
0.5
=
2
0.25
0.25
R12=
0.5
0.25
0.75
=
0.25
=
1
0.25
0.25
R13=
0.5
0.25
0.75
=
0.75
=
3
0.25
0.25

2.      Kriteria Kelengkapan Berkas (C2), Benefit
R21=
0.5
0.25
0.5
=
0.5
=
1
0.5
0.5
R22=
0.5
0.25
0.5
=
0.25
=
0.5
0.5
0.5
R23=
0.5
0.25
0.5
=
0.5
=
1
0.5
0.5

3.      Kriteria Pendidikan (C3), Benefit
R31=
1
1
0.75
=
1
=
1
1
1
R32=
1
1
0.75
=
1
=
1
1
1
R33=
1
1
0.75
=
0.75
=
0.75
1
1

4.      Kriteria IPK (C4), Benefit
R41=
0.75
1
0.75
=
0.75
=
0.75
1
1
R42=
0.75
1
0.75
=
1
=
1
1
1
R43=
0.75
1
0.75
=
0.75
=
0.75
1
1


           
5.      Pengalaman (C5), Benefit
R51=
0.75
1
0.75
=
0.75
=
0.75
1
1
R52=
0.75
1
0.75
=
1
=
1
1
1
R53=
0.75
1
0.75
=
0.75
=
0.75
1
1
           
Berdasarkan hasil normalisasi matrik maka diperoleh:
2
1
1
0.75
0.75
R =
1
0.5
1
1
1
3
1
0.75
0.75
0.75

3.      Melakukan proses perangkingan dengan menggunakan persamaan (3.2):
                n
Vi = ∑ wj rij …………………………………………… (3.2)

            J=1




Keterangan :
Vi = rangking untuk setiap alternatif
wj = nilai bobot dari setiap kriteria
rij = nilai rating kinerja ternormalisasi

Jadi :
V1       = (2)(0.13) + (1)(0.27) + (1)(0.2)+(0.75)(0.2)+(0.75)(0.2)
= 0.26 + 0.27 + 0.2 + 0.15 + 0.15
            = 0.865
V2       = (1)(0.13) + (0.5)(0.27) + (1)(0.2)+(1)(0.2)+(1)(0.2)
= 0.13 + 0.35 + 0.2 + 0.2 + 0.2
            = 1.03

V3       = (3)(0.13) + (1)(0.27) + (0.75)(0.2)+(0.75)(0.2)+(0.75)(0.2)
= 0.9 + 0.27 + 0.15 + 0.15 + 0.1
            = 1.06
 Berdasarkan hasil perhitungan metode Metode Simple Additive Weighting (SAW), maka dapat diketahui V3 yang memiliki nilai tertinggi. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3.13 Hasil Akhir
No
Alternatif
K1
K2
K3
K4
K5
HA
1
A1
0.26
0.27
0.2
0.15
0.15
1.03
2
A2
0.13
0.135
0.2
0.2
0.2
0.865
3
A3
0.39
0.27
0.15
0.15
0.1
1.06


No comments:

Post a Comment