Contoh Perhitungan Metode Entrophy pada Sistem Pendukung Keputusan - Konsultasi Algoritma dan Bahasa Pemograman

Tuesday, February 6, 2018

Contoh Perhitungan Metode Entrophy pada Sistem Pendukung Keputusan

Entropy       adalah       salah       satu       besaran termodinamika yang mengukur energi dalam sistem per  satuan  temperatuyang  tak  dapat  digunakan untuk melakukan usaha. Penjelasan secara umum dari entropy adalah (menurut hukum termodinamika), entropy dari sebuah sistem tertutup selalu naik dan pada kondisi transfer panas, energi panas berpindah dari komponen yang bersuhu lebih tinggi ke komponen yang bersuhu lebih rendah. Pada suatu sistem yang panasnya terisolasi, entropy hanya berjalan satu arah (bukan proses reversibel/bolak- balik).

Langkah-langkah   yan digunaka dalam metode Entropy adalah sebagai berikut:
1.   Penormalisasian   setiap   elemen   dar matriks evaluasi
Matriks evaluasi adalah matriks yang berisi nilai data   yan belu dinormalisasi   berdasarkan
alterntif (calon pegawai) dan kriteria. Proses selanjutnya    merupakan    proses    normalisasi
berdasarkan sifat kriteria, apakah berupa kriteria benefit atau kriteria cost. Kriteria benefit adalah kriteria       dimana       pengambil       keputusan
menginginkan nilai maksimum diantara seluruh
nilai alternatif. Sedangkan kriteria cost adalah kriteria dimana pengambil keputusan menginginkan nilai  minimudiantara  seluruh nilai alternatif.
  



keterangan
EM                  = matriks evaluasi
Bik                   = nilai data yang belum dinormalisasi berdasarkan alternatif dan kriteria
bik maks          = nilai data yang belum dinormalisasi dan bernilai maksimum berdasarkan alternatif dan kriteria
bik min             = nilai data yang belum dinormalisasi dan bernilai minimum berdasarkan alternatif dan kriteria
cik                    = nilai data yang telah dinormalisasi berdasarkan alternatif dan    kriteria
1.   Perhitungan probabilitas alternatif per kriteria Tahap   selanjutny dar perhitungan   metode bobot  Entropy  adalah  menghitung probabilitas alternatif    per    kriteria.    Proses    perhitungan probabilitas  alternatif  per  kriteria  merupakan pembagian nilai data yang ternormalisasi dengan jumlah nilai data ternormalisasi
                                
                                              
 Keterangan:

Pik    = probabilitas kriteria berdasarkan alternatif dan kriteria
Ci = nilai data yang telah dinormalisasi berdasarkan alternatif dan kriteria
2.      Perhitungan Entropy untuk setiap kriteria. Berdasarkan nilai probabilitas kriteria maka akan diukur nilai entropy terhadap setiap kriteria.

Keterangan:
Ek           =      nilai      entropy     berdasarkan     data ternormalisasi per kriteria
Pik          = probabilitas kriteria berdasarkan alternatif dan kriteria
k             = 1,2,..n merupakan sejumlah kriteria
  i              = 1,2,..m merupakan sejumlah alternatif
3.         Perhitungan Entropy akhir kriteria, Pengambil keputusan telah memberikan bobot awal terhadap setiap kriteria. Perhitungan bobot entropy sebagai berikut:


Keterangan:
Ek       = nilai entropy berdasarkan data ternormalisasi per kriteria
Lk        = lamda per kriteria dimana nilainya berada pada range 0 1
Wk   = bobot awal yang telah ditentukan sebelumnya oleh pengambil keputusan
WEk      = bobot entropy untuk tiap kriteria



1.2.1.1.Analisa Contoh Kasus
            Untuk melakukan perhitungan manual Penerimaan Karyawan Bank Aceh menggunakan Metode Entropy maka diambil tiga contoh kasus dengan data yang berbeda. Data contoh kasus dapat dilihat pada tabel 3.5.
Tabel 3.6 Contoh Kasus
No
Alternatif
C1
C2
C3
C4
C5
1
A1
1
0.25
0.75
1
0.75
2
A2
0.75
0.25
0.75
1
0.25
3
A3
0.75
0.5
1
1
0

            Berdasarkan tabel 3.9 diubah kedalam matrik keputusan X yaitu sebagai berikut:
1
0.25
0.75
1
0.75
X =
0.75
0.25
0.75
1
0.25
0.75
0.5
1
1
0

1.      Memberikan nilai bobot (W)
      Nilai bobot (W) diberikan sebagai berikut:
                                                   C1    C2   C3  C4 C5
W = [ 0.25, 0.25 , 1    1    0.5  ]

2.      Menormalisasi matriks X menjadi matriks R berdasarkan persamaan 3.1.
 




Keterangan :
rij           = nilai rating kinerja ternormalisasi
xij          = nilai atribut yang dimiliki dari setiap kriteria
Max xij = nilai terbesar dari setiap kriteria  i
Min xij   = nilai terkecil dari setiap kriteria  i
benefit   = jika nilai terbesar adalah terbaik
cost        = jika nilai terkecil adalah terbaik

            Berdasarkan persamaan diatas maka, proses perhitungan matrix X ke matrix R adalah sebagai berikut:
1.      Kriteria Usia (C1), Cost
R11=
1
0.75
0.75
=
1
=
1.33
0.75
0.75
R12=
1
0.75
0.75
=
0.75
=
1
0.75
0.75
R13=
1
0.75
0.75
=
0.75
=
1
0.75
0.75

2.      Kriteria Kelengkapan Berkas (C2), Benefit
R31=
0.25
0.25
0.5
=
0.25
=
0.5
0.5
0.5
R32=
0.25
0.25
0.5
=
0.25
=
0.5
0.5
0.5
R33=
0.25
0.25
0.5
=
0.5
=
1
0.5
0.5

3.      Kriteria Pendidikan (C3), Benefit
R41=
1
0.75
0.75
=
1
=
1
1
1
R42=
1
0.75
0.75
=
0.75
=
0.75
1
1
R43=
1
0.75
0.75
=
0.75
=
0.75
1
1
           
4.      Kriteria IPK (C4), Benefit
R51=
1
1
1
=
1
=
1
1
1
R52=
1
1
1
=
1
=
1
1
1
R53=
1
1
1
=
1
=
1
1
1
           

5.      Pengalaman (C5), Benefit
R51=
0.75
0.25
0
=
0.75
=
0.75
1
1
R52=
0.75
0.25
0
=
0.25
=
0.25
1
1
R53=
0.75
0.25
0
=
0
=
0
1
1
           
 Berdasarkan hasil normalisasi matrik maka diperoleh:
1
0.5
1
1
0.75
R =
0.75
0.5
0.75
1
0.25
0.75
1
0.75
1
0

3.      Melakukan proses perangkingan dengan menggunakan persamaan (3.2):

                n
Vi = ∑ wj rij …………………………………………… (3.2)

            J=1
 
 


                                              
Keterangan :
Vi = rangking untuk setiap alternatif
wj = nilai bobot dari setiap kriteria
rij = nilai rating kinerja ternormalisasi

Jadi :
V1 = (0.25)(1.33) + (0.25)(0.5) + (1)(1)+(1)(1)+( 0.5)(0.75)
   = 0.033 + 0.125 + 1 + 1 + 0.375
   = 2.533
V2 = (0.25)(1) + (0.25)(0.5) + (1)(0.75) +(1)(1)+(0.5)(0.25)
   = 0.25 + 0.125 + 0.75 + 1 + 0.125
   = 2.25
V3 = (0.25)(1) + (0.25)(1) + (1)( 0.75) + (1)(1) +(0.5)(0)
   = 0.25 + 0.25 + 0.75 + 1 + 0
    = 2.25
   Berdasarkan hasil perhitungan metode Metode Entropy, maka dapat diketahui V1 yang memiliki nilai tertinggi. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3.7 Hasil Akhir

No
Alternatif
C1
C2
C3
C4
C5
HA
1
A1
0.033
0.125
1
1
0.375
2.533
2
A2
0.25
0.125
0.75
1
0.125
2.25
3
A3
0.25
0.25
0.75
1
0
1.187

No comments:

Post a Comment